Rabu, 14 Juli 2010

Bungklang Bungkling: Seribu (Siu)

Diambil dari kolom ‘Bungklang Bungkling’, ‘Siu’, di harian Bali Post, Minggu, 11 Juli 2010, oleh I Wayan Juniartha’ Diterjemahkan oleh Putu Semiada


Seribu (Siu)
Warung tuaknya saat ini fully-booked. Semuanya hadir di sana. Hinggak tidak ada tempat duduk yang tersedia, sehingga mereka saling berhimpitan duduknya, mirip pasien pasien DB yang tidak dapat kamar.
“Saat yang bagus untuk mabuk-mabukan,” kata I Made Gentong Berondong.
Maklumlah para ibu-ibu sedang ada pertemuan masalah pornografi di bale banjar, sehingga bapak-bapak semuanya berhamburan ke warung tuak. Di pertemuan tersebut ibu-ibu disarankan agar selalu mematikan hp kalau sedang berhubungan. Bila perlu, sampai lampunya dimatikan agar tidak ada yang bisa merekam. Kalaupun jika sampai ketahuan selingkuh, cukup membuat ‘konferensi pers’ meminta maaf tapi tidak mengaku telah selingkuh.
‘Ariel, Luna Maya dan Cut Tari itu korban briuk siu (seribu suara /terbanyak) masyarakat. Karena banyak yang bersuara agar polisi mengusut kasus ini, makanya Ariel langsung jadi tersangka.”
Tidak ada yang hirau dengan komentarnya I Made. Maklum semua sudah bosan dengan berita tentang video porno tersebut. Meskipun berkali-kali diberitakan, tetap saja yang pernah merasakan adalah Ariel, Luna Maya dan Cut Tari, bukannya kita-kita ini yang air liurnya sampai menetes.
“Kenapa briuk siu namanya, kenapa bukan briuk satak (dua ratus suara), briuk samas (empat ratus suara) atau briuk satus tali (seratus ribu suara) sekalian,” I Putu Asal Bunyi berkomentar.
Mereka tertawa terkekeh-kekeh. Sepertinya I Made akan berfikir keras untuk menjawabnya.
‘Sialan kamu,Tu. Briuk siu artinya jumlah yang banyak akan selalu menindas yang sedikit. Jadi cenderung negatif maknanya, sebab biasanya yang suara banyak itu yang salah, yang tidak tahu masalah, tapi ngomongnya besar dan juga perilakunya,” I Made sangat semangat memberi penjelasan.
Giliran I Putu yang bingung mendengar penjelasan I Made.
“Benar-benar bagus penjelasanmu, . Sekarang aku baru mengerti bahwa briuk siu itu sama artinya dengan demokrasi,” kata I Putu.
Demokrasi pada dasarnya hanyalah pemilihan umum yang bebas. Siapa yang paling banyak dapat suara berarti dia yang menang. Akibatnya, mereka yang pandai dan jujur tidak akan pernah menang melawan orang yang mempunyai teman yang banyak, meskipun orang bersangkutan tidak tahu apa-apa dan tindakannya tidak pernah benar.
“Aku bisa mengerti sekarang kenapa seorang profesor bisa kalah melawan preman. Kenapa seorang bupati yang bodoh masih tetap bisa terpilih, kenapa pejabat yang suka mengeruk uang rakyat tetap dihormati. Karena demokrasi kita hanya mengandalkan briuk siu, hanya mengandalkan banyaknya suara.”
Sekarang I Made yang megap-megap. Kenapa urusan Cut Tari bisa larinya ke demokrasi?
“Kamu kebanyakan bicara, . Saat kamu sibuk bicara, jatah tuak dan brengkesnya kamu dibagi oleh anggota yang lain,” ketua (klian) sekaa tuaknya memberi info sambil tertawa terkekeh-kekeh.
I Putu dan I Made tidak berani protes. Maklum mereka tidak berani dengan anggota yang lain karena jelas jumlahnya lebih banyak. Itulah yang dinamakan briuk siu, yang artinya mesti menghormati demokrasi.

==================================================

A Thousand (Siu)
The palm toddy warung is full of sekaa tuak (palm toddy association members). No seat available. They all sit ‘packed’. The situation is like people suffering from dengue having medical treatment along the hospital corridor as no more rooms available.
“It’s good time for us to get drunk,” says I Made Gentong Berondong (I Made Young at Heart).
He says that because his wife and his friends’ are at the meeting hall at the moment discussing about pornography. Hence the husbands have time to hang around at the palm toddy warung. At the meeting hall, their wives are suggested to turn their mobiles off when they make love. If necessary, all lights in the room should be turned off so nobody can’t see and record. However, when you get caught, what you need is just make a press conference and tell people that you are sorry without needing to admit what you did.
“From my point of view, Ariel, Luna Maya and Cut Tari are victims of what we call briuk siu (a thousand voices (lit.) – the majority wins). I mean, when many people ask the police to arrest them, they are soon to become ‘suspect’.”
Nobody really cares what I Made says. It seems they get bored of news about the porn video case. They think that it’s Ariel, Luna Maya and Cut Tari’s business as it’s them who enjoyed the ‘pleasure’ before’
“Why is it called briuk siu instead of briuk satak (two hundred voices), briuk samas (four hundred voices) or briuk satus tali (a hundred thousand voices)?” interrupts I Putu Asal Bunyi (I Putu Big Mouth But No Brain).
Everyone laughs. They are sure that I Putu will not be able to answer.
“You are such an idiot, Putu. Briuk siu means that the ‘majority oppresses the minority’. It always refers to negative meaning, as it is often the majority is wrong; where some people do not understand the situation but talk as if they do and act arrogantly.”
I Putu listens to I Made quietly.
“I do understand now what you say. I know that briuk siu similar to democracy,” says I Putu.
The standard practice of democracy is free general election. The winner is the one who gets the most votes. Given this, it happens that smart and honest contestant often loses against the one who have more friends, no matter how stupid and bad he is.
“Now I understand why a professor ‘loses’ against a criminal (in an election), and why a stupid regent remains in his power; why a corrupt high ranking officials are highly respected. That’s all because of our democracy is a procedural one, that is depend mainly on the majority votes.”
Now, it’s I Made who turns to be surprised. How come discussion about Cut Tari change to democracy?
“You both talk too much. You see, your tuak and brengkes were taken by other members while you were talking,” says the head of palm toddy association. He laughs loudly.
I Putu and I Made don’t dare to protest because they themselves are only two while the rest members are many. They are afraid of briuk siu which means that they have to ‘respect’ democracy.