Senin, 23 Agustus 2010

Bungklang Bungkling: MERDEKA oleh Wayan Juniartha

Diambil dari kolom ‘Bungklang Bungkling’, ‘MERDEKA, di harian Bali Post, Minggu, 22 Agustus 2010, oleh I Wayan Juniartha’ Diterjemahkan oleh Putu Semiada.






M…E…R…D…E…K…A…..!!!!!!

Sembunyi-sembunyi I made Dwiwarna (dua warna), masuk kedalam Warung Tuak. Kemudian mencari tempat duduk di sudut ruangan yang ramang-remang, terhindar dari sinar lampu petromak. Warungnya sekarang tidak lagi menggunakan lampu listrik, karena biaya listrik kian naik (mahal) tapi tetap saja masih suka mati-mati. Makanya PLN sekarang dijuluki (Perusahan Lilin Negara atau Pemadaman Listrik Negara).

“ Wah ngapain kamu sembunyi disana Dē…? Wih …. Kok dua warna juga bola matamu Dē…, Biru kemerah-merahan …. ,” Niluh Makin Digosok Makin Sip bertanya .

Gusar bercampur bingung anggota (PERMITU) Persatuan Minum Tuak-nya melihat matanya si Made biru. Maklumlah karena persaudaraan diantara peminum tuak sangatlah kuat, saling bantu-membantu dan perhatian satu sama lainnya. Satu saja anggota yang kena pukul (intimidasi), yang lain akan segera membantunya apalagi di saat dia mabuk.

“Ini dah gara-gara aku merayakan Hari Kemerdekaan.” katanya si Made.

Si Made percaya bahwa 17 Agustus adalah hari baik utnuk menghilangkan segala macam bentu penindasan. (sesuai isi teks Proklamasi Kemerdekaan). Sudah selama 10 tahun si Made merasa dijajah, sejak dia menikahi gadis nya Ni Luh Lateng Ngiu (sejenis tanaman berbulu yang sangat gatal ), si Made sudah di perlakukan seperti Kuli Kerja Paksa Kompeni saja sama istrinya.

Tepat pada saat Hari Kemerdekaan (17 Agustus) si Made memutuskan untuk langsung mencari C.O (Cewek Orderan), diajaknya pulang langsung NGE-SEX (Ngentot /digauli) ….. itu lah bentuk tindakan berontaknya si Made terhadap penindasan Istrinya (Ni Luh Lateng Ngiu).

Orang lain saat itu sedang menaikkan bendera, sedangkan si Made sibuk menurunkan celana. Akhirnya ketahuan istri, lalu Ni Luh Lateng Ngiu melakukan aksi agresi. Si Made habis di pukuli istrinya dengan menggunakan lesung (kayu pembuat tepung), matanya biru, tangan patah, dan akhirnya pemberontakan si Made terhadap penindasan Istrinya gagal total.

Wah... kalau gitu… ngga jadi anggota PERMITU (PERSATUAN MINUM TUAK-nya) membela/solidaritas terhadap si Made. Karena maklum waktu ngentot dengan Cewek Orderan (CO) dia tidak ngajak–ngajak (Ngajak- Nikmat), artinya dia juga tidak perlu bantuan waktu di cincang Istrinya. Batal anggota PERMITU-nya membela/solideritas dengan si Made.

“ Kamu sih…Dē… ! ngapain kamu hari Kemerdekaan dirayakan dengan memerdekakan Cewek Orderan …….! “ I Bambu Runcing Menyela.

Langsung marah si Made……. “Sudah tidak ada yg perduli dengan mataku yang biru…… malah mengkritik Cewek Orderan-ku Lagi “.

“Kamu tidak mengerti Demokrasi, Man….. ! Kan setiap warga Negara berhak merayakan Hari Kemerdekaan dengan caranya masing-masing kan……..!.

Pak SBY, merayakannya dengan memberi buku-buku (mengenai anak dan istrinya) juga menyebar undangan. Itulah namanya Promosi Gratis Nasionalis, terus dia memberikan pengampunan kepada para KORUPTOR. Emang benerdeh presiden kita senang sekali memberi hadiah-hadiah… Hanya korban Lumpur LAPINDO–nya saja yang tidak mendapatkan hadiah saat 17 Agustusan kemarin, buru-buru mau dapat hadiah, kain batik atau Remisi dan Gerasi untuk bisa merayakan 17 Agustusan saja tidak diberikan oleh Polisinya.

Masyarakat Tejakula dan Kubutambahan Buleleng malahan saling berantem dan saling memblokir jalan raya. Sepertinya mereka mau main drama sinetron melawan Penjajahan Belanda ….. namun ngga jelas yang mana Belandanya dan yang mana Inlandernya .

“ Artinya …. Kan bebas-bebas aja merayakan hari Kemerdekaanya itu toh… Ada yang menaikkan bendera, ada yang menurunkan celana CO, ada yang membaca teks Proklamasi, ada juga yg main CEKI ,” kata si Madē. Sementara anggota PERMITU-nya sudah siap-siap menghakimi dan menunggu jawaban nyeleneh dari si Madē… Belum selesai dia berargumen…. tiba-tiba semua orang dikejutkan oleh suara ledakan... B..L..U..A..R..R..R..R..!! meledaklah tabung gas elpiji 3 Kg di warung anggota PERMITU-nya, hanguslah muka dagannya (Ni Luh Makin Digosok Makin Sip sander Api. Habislah bulu alis dan rambutnya, sudah pasti dia tidak akan bisa tampil cantik saat karya di Pura nanti.

“ ADUUUHHHHH, cukup, cukup, cukup. Berhenti dulu kamu semua ngomongin Merdekaaa…: listrik naik terus, gas elpiji meledak, jalan bolong-bolong, banjir di mana-mana, harga beras dan cabe naiikkk…!!, mendingan lebih baik kita dijajah saja lagi dari pada Merdeka seperti ini “. Kata Ni Luh Makin Digosok Makin Sip.


MASALAHNYA SIAPA YANG MAU MENJAJAH KITA LAGI, KALAU NEGARANYA UDAH RUSAK KAYAK GINI …..!!!!! HE..HE..HE..