Selasa, 08 November 2016

Pernikahan Antar Istana

Tarian Serimpi di Pendopo Istana Mangkunegaran.

Sekitar dua puluh lima tahun yang lalu, Sukmawati Soekarnoputri, adik Megawati dan anak perempuan dari proklamator Soekarno, menikah dengan putra mahkota Gusti Raden Mas Sujiwo Kusumo, putra raja dari Istana Mangkunegaran di Solo, Jawa Tengah.

Keluarga kerajaan Mangkunegaran memililki jalinan yang kuat dengan para elit di Jakarta (Nyonya Tien Soeharto, misalnya, berasal dari keluarga ini dan salah satu putri raja tinggal di Jakarta dan bekerja untuk Iwan Tirta (raja batik Indonesia), sehingga perkawinan putri mereka hari ini dengan seorang selebirits dari Makasar, merupakan acara yang istimewa.


Mereka yang hadir hari ini kebanyakan mengenakan batik dan kebaya, kipas tangan yang apik ditambah perhiasan dari permata yang sangat gemerlap.

Pada acara Akad Nikah pagi ini, putri-putri kerajaan dengan pakaian pesta tiba dengan kereta kuda kerajaan dari Kraton Kidul (Selatan) dan pada saat yang sama, di Pendopo Agung, tiba juga sebuah mobil sport hitam yang penumpangnya merupakan ibu-ibu dari kalangan elit Jakarta dengan suami-suami mereka.



Acara Akad Nikah di Istana Dalem ; saksi mempelai pria (suami dari mantan presiden Megawati Soekarnoputri : Bp. Taufik Kiemas) duduk menghadap kamera.

Jam 11.00 pagi Pengantin laki-laki muncul bersama rombongan Raja Goa yang datang secara lengkap. Memakai sarung Mandar penuh warna, mereka disambut oleh saudara dan sepupu pengantin perempuan yang mengenakan pakaian tari Jawa kuno. Bahkan Yani Arifin, pengusaha batik yang juga anak dari bekas kroni Soeharto, Bustanil Arifin, hadir di sini, berada di deretan depan bersama rombongan Ibu-Ibu Gaya.

Selama upacara berlangsung, saya bercakap dengan teman saya, Gusti Putri, saudara perempuan Jiwo, yang tamannya saya rancang di Johor Baru, Malaysia (Istana Abu Bakar). Putri mengatakan bahwa pengantin laki-laki bukan berdarah ningrat Makassar dan hari ini mereka dengan sangat baik menjalankan peran sebagai ninggrat. “Jangan pernah membeberkan kebenaran keluar dari dalam istana,” katanya.

• • •

20 .30 malam
Pada malam harinya, saya menghadiri jamuan di tengah suasana yang sangat meriah. Saat yang sama, tarian sakral Bedoyo sedang berlangsung dengan dikelilingi oleh deretan penonton VIP dan di atas para penari tampak deretan lampu chandelier dan juga deretan hiasan bunga melati merah muda yang menjuntai (lihat foto paling atas).

Saya amat terkesan melihat pemandangan yang sangat menyentuh hati ini. Alunan Tembang Bedoyo dan paduan suara wanita, kepulan asap dupa, serta hempasan selendang kuning muda, semuanya seperti pemandangan surgawi.

• • •

21.30 malam
Rombongan dari Makassar terkesima melihat Yani Arifin yang duduk di deretan tengah depan, bagaikan Audrey Hepburn dalam acara Givenchy Show.

(Dari kiri) Yani Arifin, Bp. Taufik Kiemas ( suami dari mantan Presiden Megawati Soekarnoputri) dan Raja Mangkunegaran, Retno Putri Astrini dan putrinya, Tunku Atiah, dari Johor.


----------------------------------------------------------------------

-->